Menulis Itu Seperti Pohon

0
COM
Sudah lama tidak berkencan dengan dunia blogger. 
Beberapa waktu lalu baru saja dapat motivasi karena suatu hal, sederhana tapi energinya luar biasa. 

"Menulis itu seperti pohon. Pohon memang berdiri tegap pada satu tempat. Tetapi tidak dengan buahnya. Buahnya bisa menjelajah ke seluruh pelosok negeri hingga keliling dunia"

Benar juga sih karena pembuktian quote itu beberapa kali mampir pada diri saya. Bahkan, hanya dengan tulisan yang sangat sederhana, kita mampu membantu seseorang.

Kejadian beberapa hari lalu. Saat matahari hampir tepat berada di atas kepala, saya hampir berteriak karena mendapat sebuah pesan. Isinya dari seorang mahasiswa tingkat akhir seperti saya. Namun, bukan dari kampus yang sama dengan saya. Ia bertanya-tanya tentang salah satu tulisan berupa karya tulis ilmiah yang saya posting beberapa tahun lalu di blog. Ternyata ia menggunakan tulisan yang saya muat tersebut sebagai studi relevan pada skripsinya. Sempat tidak percaya, kaget, dan malu. Karena tulisan tersebut dahulu merupakan tulisan seorang anak yang masih polos dan buta tentang kebahasaan. Tapi dibalik hal tersebut, saya sempat senang karena tulisan yang saya anggap belum sempurna dapat membantu seseorang menentukan masa depannya. 
Tuhan memang penulis skenario yang Maha Dahsyat....

Hitsnya Pulau Tidung

0
COM
Haloo~
Sekarang saya akan bercerita tentang pesona salah satu pulau di Kepulauan Seribu, DKI Jakarta. Pulau yang sedang mainstream banget didatengin. Bisa nebak pulau apa? Yap, Pulau Tidung. Sebenarnya pulau di Kepulauan Seribu banyak yang bagus dan indah (darimana saya tau? browsing internet haha). Saya juga heran kenapa Pulau Tidung seolah jadi primadona dari Kepulauan Seribu padahal sama saja kan indahnya. Lagi pula jarak Pulau Tidung saya lebih jauh dari pada jarak pulau lainnya, misalnya Pulau Untung Jawa. Kedua pulau ini padahal mempunyai kesamaan, yakni sama-sama memiliki pantai pasir putih. mungkin next trip saya akan mencoba berkunjung ke Pulau Untung Jawa, doakan yah~~~

Sebelum bercerita tentang pemandangan pulaunya saya akan bercerita dulu mengenai suhu dan cuacanya. Gileee mantep bray! Hot bingit! Saya memang berasal dari daerah rendah yang suhunya mirip sama Jakarta tapi yang satu ini minta ampun cyiin. Mungkin lebaynya bila kesana kalian harus nenteng AC kemana pun kalian pergi. Teman saya setengah hari di sana aja sudah menghabiskan 5 botol Pocari Sweat (kurang ekstrem gimana coba, haha). Saya sarankan kesana jangan mengenakan baju dengan bahan yang lumayan tebal apalagi tebal, jangaaaaan. Jangan mengunakan jaket dengan bahan jeans juga, jangaaaan. dan sedia kipas ya untuk keluar-keluar penginapan atau home stay

Mengenai wahana seperti halnya tempat wisata pantai lainnya di sana kalian bisa menemukan banana boat, snorkeling, dan lain sebagainya. Oh iya bila ke tidung saya saran kan menyewa sepeda bila hendak bepergian yang lumayan jauh karena panas cyiin, mayan menimalisir belang. kalau ke Tidung pula wajib ke jembatan cinta. masalah loncat atau tidaknya itu terserah, yang penting harus. Kenapa? Karena pemandangan pantainya indah sekali dan salah satu spot bagus buat foto-foto, haha. 

Okey, udahlah ya langsung aja yang mau lihat foto-fotonya, ini nih~~~ :)



Be-lang kan :(

Salam senja dari Tidung
Gimana tertarik kan berkunjung kesini. Walaupun cuacanya nggak nyatai tapi tetap semua terbayar oleh buah karya original Tuhan. Oh iya buat teman-teman backpacker maaf karena saya tidak mencantumkan biaya perjalanan dkk. Karena kunjungan saya ini selain wisata juga penelitian dari kampus, jadi biaya diakomodasikan kampus. Tapi semoga blog saya ini tetap bermanfaat buat kalian yah :)

'Bout Maliq & D'Essentials: Kapok Ikutan Pensi SMA

0
COM
Saya kali ini akan bercerita tentang pengorbanan. Pengorbanan apa? Pengorbanan demi nonton Maliq & D'Essentials. Ini adalah salah satu cerita yang sangat berkesan dan bikin kami (saya dan dua temen saya) kapok ikutan acara pensi yang dihelat anak SMA.

Gini ceritanya....
Ada tiga orang wanita setrong penggila Maliq & D'Essentials. Yap, salah satunya adalah saya, hahaha. Awalnya kami tahu kalau Maliq akan manggung di Pentas Seni (Pensi) salah satu SMA di Bandung dari tweet yang ditulis akun @infobdg. Yang bikin kami makin gila adalah tiketnya murah sekali untuk seukuran Maliq, yaitu 45 ribu. Ya, memang bukan hanya Maliq yang manggung disana tapi masih banyak lagi band indie dan band asli Bandung. Gak perlu pikir panjang lagi kami langsung pesan tiket. Saat itu Maliq & D'Essentials manggung di Gor C-Tra Arena, Jalan Cikutra. Saat sampai di sana, kami bertiga masih nggak percaya bahwa sekumpulan anak SMA mampu mendatangkan Maliq & D'Essentials, Roket Rokers, dll (karena yang lain gak tau) dengan tiket yang hanya seharga 45 ribu. Di pintu masuk ada beberapa siswa yang melayani bagian pengecekan tiket, tiket kami di cek, tas kami digeledah (haduh diksinya kan), karena kami bertiga membawa air mineral kemasan yang memang bukan bagian dari sponsor acara tersebut, maka label dari air mineral kemasan tersebut pun digunting. Well, masih terbilang wajar...

Terus dimana bagian pengorbanannya? 
Setelah kami lepas dari area pengecekan tiket, kami lanjut mencari-cari pintu masuk. Ya, karena tempatnya berupa Gor indoor tentu saja banyak pintu masuknya kan. Setelah kami menemukan pintu masuk Pensi, tas kami digeledah lagi. Air mineral yang telah dihilangkan labelnya disita. Saya bertanya-tanya, ini maksudnya apa? Kalau memang dari awal tidak boleh membawa air mineral kemasan, mengapa tidak dari awal saja, yaitu di tempat pengecekan tiket dilakukan penyitaan. "Asa mubazir waktu". Oke, karena sangat bersemangatnya kami, hal "mubazir" tersebut tidak kami perdebatkan. Tapi, yang saya tidak habis pikir sampai dompet pun diperiksa. Menurut saya dompet adalah area pribadi yang tidak semua orang dapat melihatnya. Teman saja kadang meminta izin dulu untuk melihat isi dompet kita. Itu teman loh, notabene orang yang kita kenal. Ini malah orang yang gak dikenal buka-buka dompet orang lain sembarangan. Yang membuat saya dan dua teman saya geram adalah barang yang notaben tidak membahayakan orang banyak, barang yang tidak akan bikin Pensi kalian bala, dan barang yang tidak ada hubungannya dengan keamanan konser, ikut disita. Mau tahu apa saja? Benda-benda tersebut adalah, lipstik, batu batrai, dan seperangkat alat pembersih wajah. Oh iya yang konyolnya karena salah satu teman saya itu akan menginap, pasti jugalah dia membawa alat mandi. And you know sikat gigi pun hampir mereka sita. Astaga, Pensi macam apa ini?

Saya dan dua teman saya tidak habis pikir. Kesal sudah pasti. Mau marah, kita mikir waras. Kalau marah-marah mereka banyak masanya, Kami? hanya bertiga. Jelas kalah telak. Sepanjang Pensi kami hanya kesal sambil membuat gurauan sinis tentang peristiwa ini. Oke, karena waktu masih panjang sebelum Maliq tampil, kami berusaha melupakan kejadian menyebalkan nan alay itu dengan bercanda, foto-foto, dan online di handphone masing-masing. Kami melakukan hal itu karena beberapa band yang tampil sebelum Maliq tidak kami kenal, hahaha. Ya, kami pure datang ke Pensi ini hanya untuk nonton Maliq.

Malam semakin larut, hisapan-hisapan maut dari mulut kami pun mulai menghinggapi. Akhirnya, setelah ditunggu beberapa jam dan dengan pengorbanan yang membuat kedua alis dari kami mengernyit, setelah urat-urat di kening kami hampir terlihat kepermukaan kulit, Maliq & D'Essentials pun tampil...

Ya, betapa senangnya kami, bernyanyi-nyanyi bersama dengan penonton Pensi yang lainnya, yang mungkin punya masalah sama seperti kami. Ya, yang penting pengorbanan kami semua tidak sia-sia karena kami akhirnya dapat menikmati alunan nada-nada khas dari Maliq & D'Essentials yang dipadu dengan suara khas Angga, dan permainan gitar dari Lale.

Gini nih performing Maliq & D'Essentials di Gor C-Tra Bandung kala itu....

Lale


Terlepas dari acara sita-menyita yang lebay nan alay, terlebih ternyata barang yang disita tidak dapat dikembalikan, semua tertutupi oleh penampilan Angga dkk. yang tidak pernah mengecewakan. Your the best, guys!

Braga Culinary Night (BCN)

0
COM
Sekarang saya akan bercerita, tentang salah satu event rutin di Bandung yang sedang hits. Event tersebut katanya bisa buat kalian tambah kece, tambah banci kamera, dan yang pasti tambah gak mau berhenti ngunyah. Yaa... Braga Culinary Night (BCN). Dari namanya saja sudah pada tahu dong lokasi tepatnya acara ini berlangsung. Yap, di Jalan Braga. Acara ini digelar dua minggu sekali, setiap Sabtu malam. Buat yang punya pacar bisa kesana bareng pacar (pacar sendiri ya bukan pacar orang), buat yang belum punya.... ya dateng ajalah ya dari pada meratapi nasib yang tidak kunjung berubah atau buat yang mahasiswa dan ngekost dari pada jadi bangke mending kumpul-kumpul hore bareng temen-temen disana.

Ada apa aja di BCN? Yang pasti banyak makanan, dari makanan ringan sampai makanan yang setengah berat juga ada. Oh iya, ada live music juga loh. Buat kalian yang banci kamera, di sana view-nya lumayan bagus buat foto-foto tentunya harus benar-benar dapet posisi yang enak. Namanya juga acara 2 minggu sekali pasti ramai orang. Terlebih lagi malam minggu. Atau kalau memang niat banget foto di sana dan gak kepengin fotonya diganggu makhluk-makhluk gentayangan depan lensa kamera, kalian bisa datang kesini siang atau sore hari. Oh iya sedikit saran, untuk transportasi kesana enaknya pakai kendaraan umum. Karena kamu gak perlu ribet cari tempat parkir. FYI aja tempat parkir di sana agak susah apalagi untuk kendaraan roda empat.

Yuk intip bagaimana suasana di BCN.....

Nah, yang bikin menarik buat foto-foto itu karena ada payung-payung gemesin
di sepanjang jalan Braga

Ini nih salah satu contoh suasana dan makanan-makanan yang dijual
Yang jelas kalau lagi di Bandung apalagi malam minggu, Braga Culinary Night recommended banget buat didatangi. Selamat berwisata....

Opini: Seekstrem Apa Kenakalan Remaja di Indonesia?

0
COM
Kenakalan remaja di Indonesia sangat beragam, mulai hal yang tergolong sepele, seperti jahil degan teman, membolos sekolah atau mengoda teman lawan jenisnya. Kenakalan semacam itu mungkin masih dapat ditolerir, selama tidak menjurus pada hal kriminal. Namun, untuk beberapa jenis kenakalan lainnya dapat digolongkan pada kenakalan remaja yang ekstrim, seperti tawuan pelajar, pecandu narkoba, seks bebas, pembunuhan, dan masih banyak lagi.
Mungkin kita beranggapan bahwa kenakalan remaja hanya terjadi di kota-kota besar besar dengan masyarakat yang heterogen. Tetapi anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar kenakalan remaja juga dapat terjadi di daerah pinggiran kota bahkan pedeasaan. Seks bebas merupakan contoh dari kenakalan remaja yang dapat terjadi di daerah manapun. Di Cianjur misalnya penelitian pada tahun 2007 menyatakan bahwa terdapat 42,3% pelajar perempuan yang telah melakukan hubungan seks pra nikah. Hal ini juga sangat memprihatinkan mengingat kota Cianjur dikenal dengan Gerbang Marhamah (Gerakan Pembangunan Masyarakat Barakhlakul Karimah). Dalam artian Cianjur sebagai kota agamis namun sangat miris karena hampir setengah dari remaja perempuan di sana telah melakukan hubugan seks pra nikah yang jelas-jelas di tentang oleh agama. Untuk kota-kota besar di Indonesia mungkin perilaku seks pra nikah sudah di anggap lazim. Kepala Perwakilan BKKBN Kaltim pada sebuah acara talk show di Samarinda pada tahun 2007 mengemukakan bahwa berdasarkan survey yang pernah dilakukan, remaja atau mahasiswa yang mengaku pernah melakukan hubungan seksual pranikah untuk Surabaya mencapai 54%, disusul oleh wilayah Jabotabek 52%, Bandung 47%, dan Medan 42%.
Contoh lain dari kenakalan remaja yang menyimpang adalah bunuh diri. Bunuh diri adalah salah satu contoh kenakalan remaja non kriminal yang lagi-lagi tidak memandang kompleks atau tidaknya suatu lingkungan. Bunuh diri merupakan tindakan yang murni muncul dari dalam diri dan dapat terlintas dalam diri siapa saja. Umumnya mereka yang merasa mengalami kekecewaan yang sangat besar dan mereka yang mengalami keputus asaan yang akut. Bunuh diri dapat disebabkan oleh faktor yang sepele termasuk dikalangan remaja, seperti putus cinta, dimarahi orang tua, kethuan mencontek, atau bahkan hanya karena tidak mau pergi sekolah. Bunuh diri pada remaja pun disebabkan oleh faktor psikologis yang masih kurang stabil. Menurut saya bunuh diri adalah jenis kenakalan remaja yang unik, karena kenakalan jenis ini umumnya menjangkit mereka yang berperangai pendiam. Karena pada umumnya mereka yang melakukan bunuh diri adalah mereka yang tidak tahu harus berkeluh kesah kepada siapa dan terkesan menutup diri dari orang lain. Hal tersebutlah yang membuat mereka merasa bahwa masalah yang mereka hadapi begitu besar karena mereka merasa sendiri.
Menurut saya, seks bebas dan bunuh diri adalah kenakalan remaja yang bersifat universal, yaitu dapat terjadi dimana saja. Tidak memandang daerah tersebut kota besar atau daerah pedesaan. Selain itu, kenakalan remaja lainnya yang menurut saya ekstrim adalah pecandu obat-obatan terlarang. Pecandu atau pemakai obat-obat terlarang umumnya adalah mereka yang merasa ingin mencoba hal baru. Mencoba hal baru merupakan karakter setiap remaja, tinggal bagaimana mereka menyikapi dan menilai bahwa hal baru tersebut adalah hal yang positif atau negatif. Selain karena karakter tersebut, pecandu obat-obatan terlarang pun umumnya adalah mereka yang terkena bujuk rayu teman atau bahkan karena ikut-ikutan teman.
Namun, garis besar dari penyebab berbagai kenakalan-kenakalan remaja baik di indonesia maupun di dunia, adalah sebagai berikut:
1.      Kehidupan Keluarga
Keluarga adalah salah satu pilar penting yang mempunyai andil dalam membentuk karakter seorang individu. Jika seorang anak berkembang dalam lingkungan keluarga yang tidak sehat maka virus-virus kenakalan remaja akan mudah menjakiti mereka. Selayaknya bangunan bila salah satu pilar pentingnya rapuh atau telah rusak maka cepat atau lambat bangunan tersebut akan ambruk. Keluarga adalah tempat seorang anak di didik dan ditanamkan nilai moral dan agama oleh orang tuanya. Karena pada umumnya kenakalan remaja adalah persoalan cukup atau tidaknya bekal moral dan pendidikan agama pada diri seorang anak. Sebagian dari tindak kenakalan remaja yang terjadi berakar dari lingkungan keluarga yang kurang sehat atau kurang harmonis dan penanaman moral dan pendidikan agama yang masih kurang.
2.      Lingkungan
Seperti halnya keluarga, lingkungan pun mempunyai andil cukup penting pada perkembangan karekter seorang individu. Tidak sedikit pula seorang anak menjadi pemberontak atau tidak dapat diatur akibat lingkungan mereka. Pergaulan dan teman sebaya masuk kedalam faktor yang satu ini. Pergaulan dan pengaruh teman yang tidak baik akan membentuk karakter seseorang yang sikapnya serupa dengan pembentuknya. Sebagai contoh remaja yang menyandang status perokok atau pecandu obat-obatan terlarang, umumnya mereka menjadi seperti itu karena lingkungan pergaulan dan pengaruh teman untuk “coba-coba”. Karena kerakter umum remaja adalah ingin melakukan sesuatu yang baru, bereksperimen, dan selalu merasa mereka mandiri tanpa orang tua. Maka dengan sangat mudah pengaruh-pengaruh tidak baik tersebut masuk kedalam konsep jati diri mereka.
3.      Kontrol Diri yang Lemah
Selain dua faktor yang telah saya paparkan tadi ada pula faktor lain yang notabene berasal dari diri seorang remaja sendiri, yaitu kontrol diri yang lemah. Kebanyakan dari remaja yang mempunyai permasalah dalam hal ini adalah mereka tidak dapat membedakan mana perilaku yang dapat diterima dan mana perilaku yang tidak pantas diterima atau dalam hal ini adalah nakal.
Ketiga faktor penyebab kenakalan remaja di atas hanya sekelumit kecil dari yang sering dijumpai di masyarakat. Dengan kompleksnya kenakalan remaja ini bukan berarti kenakalan remaja tidak dapat dihindari atau dibendung. Kenakalan remaja tersebut dapat dihindari dengan penanaman nilai moral dan nilai agama yang baik oleh orang tua dan keluarga pada diri seorang remaja sejak mereka kecil. Selain itu, berilah banyak pemahaman tentang nilai kehidupan dan perkenalkan dengan efek-efek dari yang dapat ditimbulkan dari kenakalan remaja khususnya kenakalan remaja yang sangat menyimpang. Kemudian, berilah pemahaman untuk pintar memilih teman dan pintar memilih pergaulan sehingga tidak terjerumus pada hal-hal yang tidak baik. Mungkin dengan hal-hal semacam itu, tingkat kenakalan remaja yang sangat menyimpang dapat diminimalisir di Indonesia atau bahkan di dunia.

Wisata Keluarga

0
COM
Walaaa~~~ kali ini saya akan bercerita tentang salah satu tempat wisata yang cukup mainstream tapi tetep bikin happy, menghibur, dan tetep bisa bikin kita kece....

Taman Safari Indonesia, yuhuuu... Ini adalah tempat rekreasi keluarga yang dari zaman ke zaman gak kuno alias tetap bikin kita kece. Taman Safari ini terletak di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Kalau dari Bekasi jarak tempuhnya 3 sampai 4 jam (Tergantung ada si Komo atau nggak). Selain tempat wisata untuk lihat hewan-hewan bertindak semaunya, ternyata tempat ini juga menjadi tempat konservasi hewan loh. Hewan-hewan di sini kelihatan lebih bahagia ketimbang hewan-hewan di kebun binatang lainnya. Itu pendapat pribadi sih. Yuk, langsung saja lihat hewan yang ada di sana...
And this one, yang bikin saya berkata "Gilaak!" berkali-kali!! Tanduknya ma-men!!
Ehh di tengah perjalan lihat yang lagi asyik patroli nih, hihihi.
Dia juga sama seperti hewan herbifor lainnya di Taman Safari, kalau diberi atau dilempari kacang atau sayuran bakal langsung nyamber. Dan konon katanya, dilempari uang pun ia bakal mengambilnya, tentunya uangnya bukan untuk dia. Lucu kali yah kalau ucuk-ucuk dia pergi ke warung, hahaha. Uangnya dikasih ke pawang yang duduk santai di punggungnya. Ya, itu sih konon katanya. Belum pernah coba sih.

Daan ini salah satu bagian yang saya sukai. Yuhuuu~~ Finally, I can do this! Selamat makan, nyaam, nyam~~~
Hahaha tapi untuk yang kedua kali, saya dicuekin :(
Yap, selesai dengan hewan-hewan lucu di kandang alam terbuka mereka, waktunya foto-foto sama mereka yang di luar kandang. Yuhuuuu ~~~
Lutunyaa bayi singaaa :3 Oh iya setelah foto dengan saya, bayi singanya berontak gitu. Kasihan juga sih, mungkin dia lelah~~~ Duh dede singaaa {}
Hahaha, oh iya sampai lupa, mau eksis juga dong sama keluarga.....
Ini satu lagi personil yang bermimpi foto di patung harimau. Dari mulai patung harimau Koramil sampe patung harimau Polsek. Akhirnya kesampean juga foto sama harimau beginiaaan
Oh iya, di Taman Safari juga ada lumayan banyak permainannya loh. Salah satunya kincir raksasa. Dari sini kita bisa lihat pemandangan gunung, pepohonan, lengkap dengan kabutttt...
gambar diambil dari dalam kincir raksasa
Selesai sudah sharing cerita saya tentang wisata keluarga. Semoga menghibur dan bisa menjadi referensi berlibur kalian. Yuk Liburaaaann :)

Sebuah Jawaban

0
COM
Blogku semester ini tak ramai dengan tugas-tugas yah.... Hahaha. Tuhan memang Maha Adil, di saat kami (saya dan kawan-kawan kelas) sibuk dengan satu proyek besar yang kami perjuangkan, tidak ada tugas atau paper-paper yang menumpuk dari para pahlawan tanpa tanda jasa yang kadang berperan ganda sebagai "sang pembuat gemas".... ya beliau para dosen. 

Mungkin proyek ini tidak memforsir pikiran seperti paper dari para dosen yang selalu melintas setiap  saya (mungkin kita) melakukan aktivitas apapun. Bahkan, aktivitas sehari-hari seperti makan, nonton tv, mencuci, terkadang saat ibadah pagi di toilet pun si paper itu selalu berlari-lari di dalam pikiran, melebihi pikiran orang yang sedang kasmaran. Namun, proyek ini menyita banyak waktu dan tenaga. Mungkin ini cara Tuhan  menggariskan kehidupan umatnya dengan hanya memfokuskan kami pada satu titik besar yang harus kami hancurkan dengan kelancaran, keberhasilan dan mungkin bonusnya kemenangan. Proyek ini bernama Pergelaran Sastra "Anoman Ringsek" DIK A 2011.

Apa itu pergelaran sastra? Siapa pula si anoman ringsek itu?
Pergelaran sastra adalah suatu matakuliah yang ada dan harus dikontrak pada masanya oleh mahasiswa Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia di UPI. Matakuliah ini saya bilang suatu proyek, karena pada akhirnya kami para pengontrak harus mementaskan suatu teater di ujung perkuliahan. Ohya, matakuliah  ini saya sebut tidak mengenal SKS karena setiap ada waktu luang, seperti selepas beres jadwal kuliah kami selalu latihan sampaaaaaaaii............. Sang sutradara berucap "Oke, udah yu istirahat dulu habis itu evaluasi". Latihan kami lakukan sampai hari pementasan tiba. Latihan apa? Latihan yang berkaitan dengan proses teater tentunya, olah tubuh, olah vokal, olah sukma, dan latihan gerak, mimik, serta dialog pada drama itu sendiri. Kemudian, anoman ringsek adalah nama suatu naskah dekonstruksi cerpen pewayang yang akan kami eksekusi (ingin tahu lebih lanjut tentang isi naskahnya silahkan baca Anoman Ringsek karya Indra Tranggono).

Proyek ini saya sebut proses. Iya bisa dibilang proses pendewasaan diri bagi kami semua (DIK A 2011). Untuk mewujudkan dan mengeksekusi pementasan ini menjadi pementasan yang menghibur dan terbaik tidaklah mudah. Justru lebih banyak masalah intern yang kami hadapi dalam prosesnya. Salah paham, tuding-menuding, perang dingin. Pasangan suami istri yang sedang menunggu kelahiran buah hatinya pun mungkin tidak akan mudah menyatukan dan menjadikan satu sebuah nama terbaik bagi anak mereka. Apalagi kami yang harus menyatukan 43 kepala dalam satu garis lurus. Hal tersebut tidak mudah diwujudkan, perlu adanya kerjasama, kerja keras, dan unsur terpenting yang dapat membuat ini berjalan segaris adalah PENURUNAN TERMOMETER EGO pada diri kami masing-masing.

Proses latihan
Mungkin jika di ibaratkan bisul, dari 3 bulan proyek ini berproses bulan kedualah masa dimana bisul tersebut matang dengan sebanyak nanah yang menumpuk di dalamnya. Tapi pada bulan kedua jugalah bisul tersebut pecah dan mengeluarkan begitu banyak nanah menjijikan yang memang seharusnya keluar. Dalam bulan kedua inilah kami mulai dapat mengontrol ego kami masing-masing demi satu kepentingan bersama yang harus kami perjuangkan dengan ikhlas.

Here we are~
Hari demi hari berjalan tersisalah 4 minggu rentan waktu sebelum titik besar tersebut dihancurkan. Pada minggu-minggu bungsu inilah masalah yang berasal dari luar mulai menghampiri kami. Banyak yang menyepelakan kami, banyak yang menjelekkan kami dan membandingkan kami dengan pementas kelas lainnya menggunakan etika penyampaian yang menurut saya tidak pantas! Mungkin ini yang harus di ingat. 


"Kami sangat, sangat, dan sangat terbuka pada siapa saja yang mengkritik demi kelancaran, kebaikan dan keberhasilan proyek ini. Kami sangat berterima kasih pada siapa saja yang mau meluangkan waktunya demi kritik dan saran yang membangun bagi proyek ini. Tapi satu yang ingin saya tekankan pada siapa pun yang merasa. Hey, Bung! Kami bukan bocah yang masih berlindung di bawah ketek seorang mamak. Kami bukan bocah yang tidak dapat membedakan mana yang disebut KRITIK MEMBANGUN dan mana yang disebut KRITIK MENJATUHKAN."


Mungkin moment yang paling kami ingat dan sangat berkesan bagi kami semua adalah ketika H-1 pementasan. Tengah malam, ketika hampir semua dari kami terserang rasa lelah dan letih mengurusi ini dan itu perlengkapan pementasan (mungkin para aktor memiliki termometer lelah setingkat lebih panas daripada kami yang bergulat dibalik layar) seorang senior satu tingkat di atas saya datang dan melihat para aktor yang tengah berlatih BLOCKING di atas panggung. Kesan awal yang ia tunjukkan membuat saya kurang suka. Mungkin dia mengalami gangguan kulit akut sehingga kulitnya tidak peka dan merasakan kalau ruangan tempat dia menempelkan pantatnya tersebut full AC dan dengan seenak jidat menyalakan rokok. 

Saat kami sedang latihan blocking ada salah satu aktor yang mengantuk dan kami semua tertawa karena mimik mukanya yang lucu seperti anak kecil. Namun, sang senior tersebut malah memotong dan berbicara yang isinya bahwa ia tau mana yang disebut lelah dan mana yang disebut malas. Dan yang aktor tersebut lakukan adalah suatu kemalasan, bukan lelah. Otomatis adegan pun terhenti. Semua pasang telinga yang berada di dalam auditorium itu pun mendengar seksama kata demi kata yang keluar dari mulut senior PINTAR itu. Dan segala macam hal yang keluar dari mulutnya seolah ia serba tahu seluk-beluk kami, seolah ia terlibat dalam proses ini dari awal. Gaya bicaranya mengalahkan seorang mamak yang tahu banyak tentang anaknya. Perlu saya tekankan, saat itu situasi telah tengah malam, dihinggapi rasa lelah, kami masih di dalam kampus, dan yang terpenting saat itu kami sedang berlatih BLOCKING bukan geladi bersih yang telah berlalu kurang lebih sejam lalu pada saat itu. Mungkin senior yang PINTAR itu menjadi sok tahu karena dia mengira kami sedang geladi bersih bukan berlatih blocking. Gini nih jeleknya orang Indonesia, gampang menjudge orang lain. Setelah dia pergi dan meninggalkan begitu banyak awan hitam dan petir pada benak kami masing-masing serta rasa PUTUS ASA yang sukses ia tancapkan kepada kami semua, seseorang yang menjadi bagian dari kelas kami bangkit membetulkan posisi duduknya. Kemudian, ia menyuntikan semangat dengan awal "Dia tahu apa tentang DIK A?" disertai lanjutannya yang sukses membuat semangat kami semua sampai ke ubun-ubun serta mencabut dengan kasar rasa putus asa dari benak kami semua. Mungkin ini sepotong kecil dari kelebihan "kelas DIK A" yaitu ketika kami down selalu mudah dan selalu ada seseorang yg "menyuntik" sehingga dengan cepat mengupgride kembali semangat tersebut menjadi versi yang lebih mutakhir. Bahkan, sampai hari pementasan dan H+ kelas kami, cibiran dan celotehan yang memandang kami sebelah mata masih banyak bermunculan.

Seperti watak bawaan orang melayu bahwa selalu ada "untung" di balik sebuah masalah. Untungnya cibiran-cibiran dan pandangan sebelah mata yang bermunculan dari orang-orang di luar sanalah yang semakin menyuntikan vitamin bagi kami untuk semakin kompak, semakin erat, semakin kerjasama, dan membuktikan bahwa kami layak. Ya... bisa dibilang mungkin saya pribadi berterima kasih karena hal-hal semacam itu yang  mungkin lebih cepat efeknya bereaksi, menambah kekompakan dan kebersamaan kami. Layaknya obat semakin pahit semakin manjur! (katanya).

Saat pementasan berlangsung, tidak hanya para aktor yang ditonton ratusan orang yang mengalami gejala gugup seperti, mules, tangan dingin, kesemutan, dll. Tapi kami para tim-tim di belakang panggung pun mengalami dan merasakan gejala-gejala tersebut termasuk saya sendiri. Simplenya, bisa dibilang karena ini adalah sebuah KERJA TIM. Ibarat tubuh jika kepala pusing, maka semua anggota tubuh akan merasakan dan terkena akibatnya. Alhamdulillah... pementasan kami sukses membuat penonton terhibur dan terbawa pada setiap potong adegan, adegan kocak-penonton tertawa, adegan serius-penonton menyatukan alis, adegan mencekam-penonton meringis. Mungkin bayaran atas segala perjuangan kami kurang lebih 3 bulan tersebut adalah riuh tepuk tangan apresiator setelah lighting terakhir redup pertanda pementasan selesai. 


Dan mungkin bayaran tambahan atau bonus yang Tuhan berikan bagi kelas kami adalah tertanamnya predikat "PEMENTASAN TERBAIK" untuk pementasan Anoman Ringsek DIK A 2011 dalam rangkaian perhelatan Pergelaran Sastra 2013. And Here we come.......
Pementasan Terbaik "Anoman Ringsek" pada Pergelaran Sastra 2013, UPI-Bandung
Orang lain boleh sebut ini penghargaan, tapi saya menyebutnya sebuah jawaban... :)))